Memberi Arti Kebaikan Hidup

Ada tertulis : “Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka. Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian”.  Sebuah rangkaian kata yang bermakna sangat dalam dimana Tuhan meminta kepada kita untuk memberikan ketulusan kasih yang telah di anugrahkannya kepada kita kepada setiap orang tanpa melihat batasan. Membaca memang mudah tetapi melaksanakannya bak memasukan gajah ke dalam lubang jarum yang artinya hampir tidak mungkin bisa di lakukan oleh manusia terutama di jaman seperti ini dimana individualisme serta ke-aku-an menjadi hal yang paling di utamakan.

Manusia yang di bentuk oleh berbagai pengalaman dalam hidupnya memang sulit untuk menerima bahwa orang yang jahat kepadanya tidak mungkin mempunyai niat baik sedikitpun. Dengan justifikasi manusiawi seperti ini tampaknya membuat kita akan menjadi hakim tertinggi dimana apabila kita mendapatkan sebuah kesempatan untuk melakukannya maka kita cenderung akan jatuh dalam pemikiran manusia yang pastinya bukan dari sang Penciptanya. Pertanyaan besarnya sekarang adalah “siapakah kita ?, sehingga kita berani untuk menentukan benar salahnya seseorang yang pastinya kita sejajar di hadapan -Nya.”

Tuhan memberikan keunggulan pada setiap diri manusia melalui berbagai macam kelebihan serta kekurangan. Kesempurnaan manusia terletak pada kelebihan dan kekurangannya tersebut. Dan tidak ada di alam semesta ini yang di berikan oleh Tuhan sedemikian lengkapnya. Bagaikan sebuah tubuh manusia di ciptakan sesuai dengan bagian masing masing, ada yang menjadi kepala, kaki, tangan hingga telapak. Masing masing mempunyai fungsi yang saling melengkapi dalam mencapai sebuah kesempurnaan. Sayangnya dalam menemukannya manusia terkadang tidak bisa melihat secara dalam apa yang menyempurnakannya.

Jika orang jahatpun akan mengasihi orang yang di anggap menolongnya maka apakah kita pantas untuk tidak membagikan kebahagian serta kasih kepada orang jahat tersebut ?, jika kita hanya mengasihi orang yang baik kepada kita maka kita tidak berbeda dengan orang jahat tersebut. Oleh karena itu kawan, marilah kita mencoba untuk memberikan sebuah pemikiran positif kepada setiap manusia di dunia ini dan menganggapnya sebagai orang baik walaupun mungkin secara nyata kita melihat kejahatan yang di buatnya kepada kita, tetapi ingatlah di balik itu semua pasti ada mengapa dan kenapa mereka melakukannya.

Mudah untuk berbicara tetapi sulit untuk dilakukan, ya tetapi paling tidak saya sudah memulainya dengan berbicara. Salam

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.